Minggu, 04 September 2011

SI PERAMPOK WAKTU


SI PERAMPOK WAKTU
Oleh : Sobarudin
Ada ungkapan yang tidak asing lagi bagi kita, bahwa “waktu laksana pedang”, bertalian dengan ini ada sebuah studi yang cukup menarik untuk disimak. Studi ini mempelajari apa yang sebetulnya menghabiskan waktu kita bukan karena kehendak kita. Sesuatu yang mencuri atau merampok waktu kita secara tidak disadari. istilahnya adalah perampok waktu.
Perampok waktu ini bentuknya bisa bermacam-macam. Bisa saja datangnya dari sesuatu yang tidak terorganisir. Bisa dari kehidupan kita yang tak teratur. Atau dari sikap yang jelek juga kemampuan kita yang kurang mendelegasikan ke yang lain sampai tidak jelasnya perintah. Banyak hal yang bisa menjelma menjadi perampok waktu.
Tapi kalau dikerucutkan lagi lebih sempit ternyata ada 5 hal. Inilah 5 hal yang merampok waktu kita secara tidak disadari.
1.     Interupsi
Ternyata interupsi sering menghentikan atau mengalihkan pekerjaan kita. Kalau kita sedang bekerja dengan tenang, saat berpikir sesuatu tiba-tiba ada gangguan. Gangguan itu bisa telepon, sms, email, chating ataupun apapun. Interupsi ini salah satu yang menghabiskan waktu kita dengan tidak benar.
1.     Penundaan
Saat kita mau mengerjakan, tiba-tiba kita berpikir untuk menundanya. “Ah, nanti saja dikerjakannya. Sekarang masih sibuk dengan ini. Nanti dulu, nanti dulu...”, kilah kita. Penundaan ini ternyata menghabiskan banyak waktu kita tanpa membawa hasil. Penundaan itu bisa secara sadar atau tanpa sadar, yakni dengan cara menghindarinya mengerjakan pekerjaan lain yang sebetulnya tak perlu.
2.     Penundaan prioritas
Awalnya kita mengerjakan sesuatu, setelah setengah jalan, tiba-tiba ada hal yang mendesak. Kita pindah melakukan pekerjaan yang mendesak itu. Ini biasa dilakukan oleh orang yang menerapkan menajemen kritis. Yakni orang yang mengerjakan berdasarkan pada hal yang mendesak, padahal belum tentu penting. Setelah krisis selesai, mengerjakan krisis yang lain. Mungkin krisis yang pertama belum selesai, sudah meloncat ke krisis lain. Melompat dari krisis ke krisis.
3.     Perencanaan yang buruk
Perampok kita kali ini mngerjakan hal yang tidak kita rencanakan. Ini karena kita tidak memiliki perencanaan yang baik. Kita tidak punya rencara hari ini harus mengerjakan apa. Mana yang penting, dan mana yang harus didahulukan.  Atau mana yang bisa dikerjakan belakangan. Melompat-lompat sesuka kita.
Pada dasarnya, memang ada sebuah sisi “susahnya” bekerja dengan perencanaan. Kita inginnya mengerjakan apa yang kita inginkan. Sesuai dengan mood kita, beguna atau tidak. Tapi hal itu dapat kita mensiasatinya. Misalnya dengan menentukan 3 hal penting yang harus diselesaikan hari itu. Tiga hal itu saja terlebih dahulu, yang lain boleh dikerjakan kalau 3 hal itu selesai. Dan boleh melompat -lompat. Pokoknya 3 hal itu  yang kita prioritaskan untuk diselesaikan haria itu juga.

4.     Penantian jawaban
Penantian jawaban menunda pekerjaan kita. Misal: kita mau pergi ke suatu tempat dan mengajak seseorang. Namun dia tidak memberi jawaban  ya atau tidak, namun menunda jawaban. Jadinya kita tidak jadi pergi selama belum ada jawaban dari dia. Di sini seharusnya kita bisa memutuskan apakah harus menunggu atau tidak.

Kelima itulah yang merampok waktu kita secara tidak sadar. Dalam hal ini seharusnya kita bisa membedakan mana yang penting, mana yang tidak. Mana yang mendesak, tergesa-gesa atau mana yang bisa ditunda. Sering sesuatu yang mendesak adalah hal tidak penting  demikian sebaliknya, sesuatu yang penting padahal sepertinya tidak mendesak.
Demikian dengan memahami ini kita bisa lebih efektif memanfaatkan waktu dengan lebih baik untuk urusan kita, untuk hidup kita yang lebih baik, semoga...


SAAT HARUS BERBUAT CEPAT DAN TEPAT


SAAT HARUS BERBUAT CEPAT DAN TEPAT
Oleh : Sobarudin
Memang banyak manusia yang lebih menyukai keselamatan dunia ketimbang akhirat, karena memang mereka hidup didalamnya, namun meski bagaimana menurut Nabi Muhammad SAW, “ Bukanlah orang-orang yang bijak yang tidak bisa menundukan hawa nafsunya dan tidak berbuat demi keselamaatan akhiraat kelak.” (HR.Tirmidzi).
Karenanya selagi berkesempatan maka raihlah peluang kebajikan itu sebelulm ia sirna. Sebuah kisah dari zaman Rasulullah SAW mungkin akan menjadi ibrah/pelajaran untuk kita bersama. Kisah ini termaktub dalam tafsir At Tabrani. Dialah Tsa’labah seorang pemuda miskin yang berharap menjadi kaya. Banyak orang merasa miris melihat penampilannya. Kerap kali ia datang terlambat saat shalat, dan pulang secepatnya saat shalat selesai, ketika ditanya tentang kebiasaannya ini, ia menjawab bahwa baju yang ia pakai adalah satu-satunya miliki bersama keluarga. Jadi, saat ia berpakaian maka istrinya tidak, begitupun sebaliknya.
Suatu saat, ia menghadap Rasulullah SAW. Ia meminta kepada Rasul  agar dido’akan mendapat rezeki berlimpah. Tetapi, Rasul enggan  untuk mengiyakannya. Rasul SAW berpesan, “Mungkin yang terbaik bagimu adalah seperti ini, wahai Tsa’labah. Aku khawatir engkau tidak akan kuat menerima ujian harta”. itulah pesan Rasulullah SAW kepada Tsa’labah. Namun Tsa’labah berkeras dan menjamin bahwa ia sanggup menanggung hidup dengan harta berlimpah.
Singkat cerita, Rasul SAW berdoa untuknya sekaligus memberikan modal sepasang hewan ternak. Modal tersebut kemudian menjadi berkah dan berlimpah. Benar saja, Tsa’labah sungguh diuji dengan harta yang ia miliki. Ia mulai sibuk dan tidak sempat lagi mengikuti majlis yang diadakan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW mulai khawatir akan perubahan tingkah Tsa’labah ini.
Kekhawatiran itu semakin terbukti saat perintah zakat turun dan Rasul SAW pun mengirimkan beberapa petugas untuk meminta zakat dari harta yang Tsa’labah miliki. Dengan angkuh Tsa’labah mengatakan, “Enak saja...! susah payah aku dapatkan harta ini, kok dengan mudahnya pake diminta segala!”.
Beberapa petugas mencoba menyampaikan bahwa ini adalah perintah Allah SWT dalam sebuah bentuk ibadah wajib yang dinamakan zakat. Mereka pun hadir ke sana sebab perintah Rasul SAW. Sayang Tsa’labah tidak bergeming dan tidak mau mengubah pendiriannya. Maka mereka pun melaporkan kejadian ini kepada Rasulullah SAW.
Saat mendengar penuturan para petugas zakat tentang hasil yang didapat dari Tsa’labah, Rasul SAW menjadi berang, Beliau marah besar dan sungguh mengerti sifat asli Tsa’labah. Rasul SAW bersumpah tidak mau menerima zakat Tsa’labah meski zakat itu diantarkan  dalam jumlah berlipat. Keberangan Rasulullah SAW diiringi dengan murka Allah dengan turunnya wahyu Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 75-78.
Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.
Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).
Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta.
Tidaklah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib. (Q.S. At-Taubah, 75-78)

           Semua manusia mengetahui hal ini,  mereka semua mengecam Tsa’labah. Kondisi dan situasi yang parah ini membuaat hidup Tsa’labah menjadi sempit, dengan rasa malu, ia mencoba untuk menemui Rasul SAW dengan membawa sejumlah harta sebagai pembayaran zakat. Namun apa yang ia dapat, rupanya pintu zakat telah ditutup rapat, Rasul SAW tidak berkenan menerima zakat harta Tsa’labah.
Kehancuran hati itu semakin menjadi saat Rasulullah SAW wafat kemudian digantikan oleh khalifah Abu Bakar Assidiq. Untuk kali kedua, Tsa’labah mencoba membayarkan zakatnya. Namun Abu Bakar Assidiq berkata kepadanya, “Andai saja Rasulullah SAW menerima zakatmu, aku pun pasti akan menerimanya”.
Itulah kisah yang menampilkan keserakahan seorang manusia yang lupa akan janji yang diucapkan dan kufur terhapat nikmat dari Allah SWT. Kesempatan berbuat kebaikan ada saat-saatnya. Bila itu terlewatkan maka penyesalan yang akan berlaku pahit terhadap dirinya, karenanya selagi kesempatan itu masih terbuka dan kita miliki, keluarkanlah zakat harta atau zakat profesi kita, serta pergunakanlah harta kita di jalan Allah SWT, sebelum datangnya hari yang tiada ada lagi jual beli dan persahabatan. Semoga kita semua diselamatkan dalam kekacauan hari itu. Amin...



Peranan Teknologi Informasi Dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran


PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI
DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN
Oleh : Sobarudin

 Diskursus manusia, maka tak dapat dipisahkan dengan apa yang dinamakan pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu unsur penting guna mewujudkan cita-cita luhur bangsa. Cita-cita luhur bangsa dimaksud adalah seperti yang tertuang dalam mukadimah UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.
Untuk mewujudkan pendidikan yang maju, maka jelas memerlukan keterlibatan Teknologi Informasi sebagai konsekwensi logis terhadap perkembangan perubahan jaman yang sedemikian pesat.
Sebagai Negara berkembang, Indonesia tanggap terhadap fenomena ini, maka dengan ini dalam bidang pendidikan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), mulai dari tingkat pemegang kebijakan, Instansi terkait, Guru atau Dosen sampai peserta didik dengan terus mensosialisasikan dan memasyarakatkan Teknologi Informasi.
Teknologi Informasi nampaknya pada abad mutahir ini menjadi pemegang peranan penting dalam proses perubahan peradaban manusia. Pengaruh Teknologi Informasi telah merubah paradigma berpikir, pola kerja, pola ajar maupun gaya hidup manusia.
Sekolah sebagai suatu institusi yang berperan dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional Indonesia, sejatinya menerapkan Teknologi Informasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Tulisan sederhana ini berusaha untuk mencoba menggali seberapa besar pengaruh dan manfaat yang ditimbulkan dari perkembangan Teknologi Informasi dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Pengertian Teknologi Informasi
Adalah hal yang mustahil  bila perkembangan ilmu pengetahuan dapat di cegah perkembangannya oleh manusia. Yang ada justru sebaliknya, perkembangan ilmu pengetahuan di peroleh oleh perkembangan pola pikir manusia itu sendiri sebagai hayawanu natiq (hewan yang berakal ). Berbicara ilmu pengetahuan maka terkait kehadiran Teknologi Informasi sebagai buah dari berkembangnya ilmu pengetahuan.

Para ahli mendevinisikan Teknologi Informasi berdasarkan sudut pandang dengan pendekatan masing-masing. Teknologi Informasi berasal dari dua kata yakni Teknologi dan Informasi. Teknologi berarti semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional. Adalah Capra (2004; 107) mendefinisikan teknologi sebagai “kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan.” Selanjutnya Sardar (1987; 161) berpendapat bahwa teknologi berarti  “sarana pemecahan masalah mendasar dari setiap peradaban.”
Dari dua pendapat diatas kiranya dapat ditarik kesimpulan, Teknologi berarti setiap sarana atau alat sebagai buah dari ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah yang dapat dilakukan secara berulang.

Kata yang kedua adalah Informasi, Informasi berarti “Data yang telah diletakan dalam konteks yang lebih berarti dan berguna yang dikomunikasikan kepada penerima untuk digunakan di dalam pembuatan keputusan ” (Suyanto, 2000: 6). Menurut  Davis dalam Abdul Kadir (2003: 28) Informasi berarti data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.
Kemudian pendapat lain, Informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima (Andri Kristanto, 2003: 6).
Dapat di simpulkan Informasi adalah segala sesuatu yang disampaikan dari seseorang kepada pihak lain untuk dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Kemudian dari kedua kata itu digabungkan menjadi Teknologi Informasi, Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan juga merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi dalam prakteknya menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan.
 Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran merupakan proses komunikatif-interaktif antara sumber belajar, guru, dan siswa yaitu saling bertukar informasi satu sama lain.
Sejumlah ahli pendidikan berpendapat tentang pengertian Pembelajaran, Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran“.(Oemar Hamalik,1995:57)
Selanjutnya Gagne dan Briggs (1979:3) juga berpendapat bahwa pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.
Dari kedua pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa pembelajaran adalah serangkaian kegiatan sistematis yang dilakukan untuk mendukung terselenggaranya PBM yang kondusif dan berhasil mencapai tujuan pembelajaran.
Hubungan Teknologi Informasi Dengan Peningkatan Kualitas Pembelajaran.
Istilah Teknologi sering di artikan sebagai sesuatu yang berupa mesin atau hal-hal yang berkaitan dengan permesinan, namun sesungguhnya teknologi pendidikan memiliki makna yang lebih luas, karena teknologi  merupakan perpaduan dari unsur manusia, mesin, ide,prosedur, dan pengelolaannya, kemudian pengertian tersebut akan lebih jelas dengan pengertian bahwa pada hakikatnya teknologi adalah penerapan dari ilmu atau pengetahuan lain yang terorganisir ke dalam tugas-tugas praktis (Galbraith, 1977).
Hadirnya teknologi harus dimaknai sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari masalah, sebab teknologi lahir dan dikembangkan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh manusia.
Diantara 1 dari sekian produk  Teknologi Informasi adalah Internet, yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan.
Melalui internet setiap orang dapat mengakses ke dunia global untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang dan pada gilirannya akan memberikan pengaruh dalam keseluruhan perilakunya. Dalam kurun waktu yang amat cepat beberapa dasawarsa terakhir telah terjadi revolusi internet di berbagai negara serta penggunaannya dalam berbagai bidang kehidupan.
Keberadaan internet pada masa kini sudah merupakan satu kebutuhan pokok manusia modern dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan global. Kondisi ini sudah tentu akan memberikan dampak terhadap corak dan pola-pola kehidupan umat manusia secara keseluruhan.
Dalam kaitan ini, setiap orang atau bangsa yang ingin lestari dalam menghadapi tantangan global, perlu meningkatkan kualitas dirinya untuk beradaptasi dengan tuntutan yang berkembang. TIK telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas.
Jadi dapatlah dikatakan bahwa semakin tinggi penguasaan Teknologi Informasi pada tiap satuan pendidikan, maka semakin tinggi dan besar pula peluang kualitas pembelajarannya  meningkat.
Manfaat Teknologi Informasi Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Dari sekian banyak manfaat Teknologi Informasi, maka dapatlah dikatakan bahwa ia memilliki tiga fungsi pokok yang digunakan dalam kegiatan pembelajara  yaitu: 
1.       Teknologi Informasi berfungsi sebagai alat, artinya sebagai alat bantu bagi pengguna atau siswa untuk membantu pembelajaran, misalnya dalam mengolah kata, mengolah angka, membuat unsur grafis, membuat database, membuat program administratif untuk siswa, guru dan staf, data kepegawaian, keungan dan sebagainya.
2.      Teknologi Informasi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan, artinya teknologi sebagai bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa.
3.      Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran, artinya sebagai bahan pembelajaran sekaligus sebagai alat bantu untuk menguasai sebuah kompetensi pembelajaran. Komputer dalam hal ini sebagai sebuah produk Teknologi Informasi telah diprogram sedemikian rupa sehingga siswa dibimbing secara bertahap dengan menggunakan prinsip pembelajaran tuntas untuk menguasai kompetensi. Dalam bahasa lain teknologi tidak ubahnya sebagai guru yang berfungsi sebagai : fasilitator, motivator, transmiter, dan evaluator.

Selanjutnya produk Teknologi Informasi akan membawa manfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran, diantaranya :

1.   Memudahkan pencarian data dan informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat  untuk kepentingan pendidikan.
2.   Hal-hal terkini/aktual  dalam pembelajaran semakin berkembang.
3.   Perkembangan Teknologi juga akan memungkinkan berkembangnya kelas unggulan  yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan saja.
4.   Pengadministrasan pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem Komputerisasi sebagai produk Teknologi Informasi.
5.   Internet sebagai media informasi, merupakan sarana yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
6.   Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi untuk kepentingan pendidikan dengan cepat dan murah.

Kesimpulan
1.      Sebagai mahluk berakal, manusia telah melahirkan berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah ilmu Teknolofi Informasi yang sungguh sangat berpengaruh bagi perkembangan peradaban umat manusia.
2.      Perkembangan Teknologi Informasi adalah sesuatu hal positif, sejatinya di manfaatkan untuk kemaslahatan manusia termasuk bagi kepentingan pendidikan.
3.      Para praktisi pendidikan hendaknya memanfaatkan produk-produk yang dihasilkan oleh Teknologi Informasi semaksimal mungkin guna pencapaian tujuan pendidikan Nasional.
4.      Adalah benar bahwa semakin tinggi penguasaan Teknologi Informasi untuk kependidikan pendidikan, maka semakin besar peluang peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.


SISWA MEROKOK DI SEKOLAH, BOLEHKAH....?

SISWA MEROKOK DI SEKOLAH, BOLEHKAH…?
Oleh : Sobarudin

     Sesuatu yang nyeleneh dan kontroversi nampaknya bila ada  usulan “SISWA TIDAK DILARANG MEROKOK DI SEKOLAH”. Suatu lembaga tempat ia menimba berbagai ilmu dan pesan moral luhur. Hal ini di dasarkan paka fakta empiris di setiap lembaga pendidikan tak terkecuali Sekolah Dasar sekalipun, di temukan pemandangan begitu asik dan nikmatnya seorang perokok menikmati senti demi senti batangan rokok yang notabene dilakukan oleh Guru atau Karyawan Tata Usaha.
     Lembaga Pendidikan dalam hal ini Sekolah, memberlakukan larangan keras bagi peserta didiknya untuk tidak melakukan tindakan merokok di sekolah. Ada sekolah yang langsung melakukan sangsi atau hukuman bila ternyata terbukti siswanya terlibat perbuatan itu, adapula yang memberlakukan poin pelanggaran berat sehingga karenanya Wali Kelas, Pembina OSIS, Guru BP/BK dibuat repot.
     Orang tua di undang untuk diberitahu bahwa putranya melakukan tindakan melanggar peraturan sekolah untuk kemudian dibuatkan perjanjian tertulis apabila dikemudian hari ternyata melakukan lagi pelanggaran serupa akan diskors atau bahkan lebih jauh dari itu akan dikeluarkan dari sekolah. Ada pemahaman yang paradok dan inkonsisten nampaknya, satu sisi siswa dilarang di sisi lain tidak ada pelarangan dan hukuman bila hal itu dilakukan Guru atau Karyawan Tata Usaha.
     Tak dapat dipungkiri bahwa sebenarnya seluruh komponen masyarakat mengetahui kandungan dan bahaya rokok, akan tetapi berpulang pada masing-masing menyikapinya. Pemerintah dalam hal ini  pembuat kebijakan atau Regulasi hanya melakukan peringatan saja. Secara kasat mata kita dapat membaca peringatan Pemerintah itu pada tiap kemasan rokok,  terbaca “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”.
     Rokok nampaknya benda yang lumrah dan biasa untuk dikonsumsi. Padahal dibalik kelumrahan dan kekecilan wujudnya ternyata terdapat berbagai bahan yang membahayakan bagi tubuh manusia, baik itu selaku perokok aktif lebih-lebih perokok pasif.
     Pada batangan rokok mengandung sedikitnya 20 zat berbahaya diantaranya : 1.Nikotin (penyebab ketagihan), 2.Tar (Penyebab penyakit jantung), 3.Acetone: Penghapus cat,  4.Naphtylamine: Bahan penyebab kanker,  5.Methanol: Bahan bakar roket,  5.Pyrene: Bahan penyebab kanker,  6.Dimethylnitrosamine,  7.Napthalene: Kapur barus, 8.Cadmium: Bahan penyebab kanker dan  biasa dipakai pada accu mobil,  9.Carbon Monoxide: gas beracun yang keluar dari knalpot,  10.Benzopyrene: Bahan penyebab kanker,  11.Vinyl Chloride: Bahan penyebab kanker, biasa digunakan untuk bahan plastik PVC,  12.Hydrogen Cyanide: Racun yang digunakan untuk pelaksanaan hukuman mati,  13.Toluidine,  14.Ammonia: Pembersih lantai, 15.Urethane: Bahan penyebab kanker,  16.Toluene: Pelarut Industri,  17.Arsenic: Racun semut putih,  18.Dibenzacridine: Bahan penyebab kanker,  19.Phenol,  20.Butane: Bahan bakar korek api.
     Melalui tulisan sederhana ini penulis mengetuk pintu hati terdalam pihak yang mungkin terlibat untuk kemudian sama-sama mencari solusi terbaik, diantaranya  kepada ;
1.     Pemerintah,
·       Agar memasukan materi bahaya merokok dan  kandungan zat berbahaya didalamnya mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Perguruan Tinggi,
·       Membuat aturan tentang pelarangan merokok dan rambu-rambu toleransinya,
·       Menggalakan iklan layanan gerakan anti rokok,
·       Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya merokok dengan berbagai dampak; kesehatan, sosial dan ekonomi dan akibat lain yang dapat ditimbulkannya.
·       Mencari solusi terbaik akan fenomena budaya merokok yang sudah sedemikian memprihatinkan.

2.     Sekolah atau Lembaga Pendidikan,
·     Membuat peraturan yang mengikat tentang pelarangan merokok dan diberlakukan untuk semua tidak hanya untuk siswa,
·       Civitas Academika/Guru dan karyawan tidak memberikan contoh negatif yakni merokok di lingkungan sekolah atau di luar sekolah sekalipun.
·       Menjadikan lingkungan Sekolah yang kondusif, sebagaimana di amanatkan dalam wawasan wiyata mandala,
3.      Perokok Aktif,
·       Upayakan berhenti secepatnya  dari kebiasaan kurang baik dan kurang sehat ini,
·       Ingatlah bukan anda yang menghisap rokok tetapi kesehatan andalah yang di hisap rokok,
·       Hindari  kecerobohan merokok, artinya merokok ditolerir pada jam dan waktu serta tempat-tempat  tertentu,
·       Ingatlah pepatah  Lebih baik mencegah dari pada mengobati, artinya janganlah berhenti merokok tatkala sakit saja tetapi ketika telah sembuh kemudian kembali lagi merokok,
·       Sayangi diri sendiri jangan biarkan zat-zat berbahaya dari rokok merasuk pada tubuh.
4.     Perokok Pasif,
·       Hindari asap rokok yang diakibatkan oleh perokok aktif, karena jauh lebih berbahaya akibat yang diterima oleh perokok pasif dibanding perokok aktif.
·       Tidak bosan-bosan untuk selalu mengingatkan akan bahaya merokok bagi kesehatan kepada perokok aktif dengan tentu saja memperhatikan etika dan norma kesopanan.
·       Memfasilitasi perokok aktif bila mempunyai keinginan untuk berhenti dari kebiasaan merokok.


5.     Siswa dan Generasi Muda,
·       Hindari prilaku coba-coba merokok, karena  pada mulanya coba-coba untuk selanjutnya jadi kebiasaan dan pada akhirnya kecanduan/ketergantungan,
·       Tidak mengikuti bijuk rayu teman yang menawarkan rokok, teman  merupakan faktor pertama yang mengakibatkan seseorang mempunyai kebiasaan merokok.
·       Sayangi diri, dengan tidak melakukan kebiasan buruk diantaranya merokok,
·       Isilah waktu-waktu luang, lakukan kegiatan positif, bekali diri dengan berbagai ilmu dan keterampilan sehingga dapat menghantarkan ke gerbang kesuksesan.
Kesimpulan :
1.     Rokok adalah benda yang dapat menimbulkan berbagai efek negatif dengan berbagai zat yang terkandung di dalamnya.
2.     Kebiasaan merokok adalah salah satu perbuatan yang merugikan diri pribadi perokok juga orang disekelilingnya.
3.     Semua komponen masyarakat bahkan bangsa pada umumnya agar turut peduli akan bahaya dan efek yang ditimbulkan dari kebiasaan merokok yang sudah sedemikian parah di negeri ini.

     Kepada pihak yang merasa tersinggung penulis mohon maaf, semua ini untuk kebaikan bersama, semoga…….