Rabu, 26 Oktober 2011

GEBYAR TEBAR HEWAN QURBAN


GEBYAR TEBAR HEWAN QURBAN SMPN2 CIBINGBIN
              Oleh: Sobarudin
Adalah benar ungkapan “Indahnya Berbagi”, hal ini dirasakan oleh seluruh Civitas Academika SMPN 2 Cibingbin yang berlokasi di ujung timur Kabupaten Kuningan yang sekaligus sebagai Kecamatan perbatasan antara kabupaten Kuningan dengan kabupaten Brebes. Baru-baru ini telah selesai melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban sebagai realisasi dari program Tebar Hewan Kurban (THK) SMP Negeri 2 Cibingbin  bekerjasama  dengan Dompet Dhuafa Harian Republika.
Pada kegiatan tersebut di potong sejumlah 375 ekor domba dan 1 ekor sapi untuk kemudian ke salurkan kepada yang berhak di lingkungan kecamatan Cibingbin khususnya empat desa yakni desa Sindangjawa, Ciangir, Cipondok dan Desa Sukaharja, Desa Cibeureum,Desa Cimulya-Kec Cimahi dan Kab. Kuningan lainnya.
“Pada tahun kali ini Alhamdulillah ada peningkatan dari segi kuantitas maupun jenis, setelah sebelumnya melaksanakan kegiatan serupa dengan jumlah  100 ekor domba tanpa hewan jenis sapi” demikian dikatan Cipto,M.Pd sebagai Ketua Panitia Tebar Hewan Kurban (THK) SMP Negeri 2 Cibingbin yang di dampingi  Asep Hasanudin,S.Ag dan juga Sobarudin,S.Ag. Lebih lanjut pula Cipto,M.Pd mengatakan bahwa selain kegiatan pemotongan hewan kurban juga dilakukan kegiatan khitanan massal bagi anak dari keluarga kurang mampu, sebanyak 10 orang anak,ini sebagai perwujudan kepedulian dan kesalehan sosial yang senantiasa di laksanakan terus menerus oleh SMP Negeri 2 Cibingbin. Pada sambutannya sebagai Ketua Panitia Cipto,M.Pd juga mengharapkan kiranya kerjasama dengan Dompet Dhuafa Harian Republika  dapat diteruskan bahkan ditingkatkan ke bidang lain diantaranya Pemberian bea siswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu dan lain-lain.
Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama yang baik antara SMP Negeri 2 Cibingbin dengan Dompet Dhuafa harian Republika, ini merupakan kegiatan ke tiga kalinya setelah sebelumnya tahun 2008 berjumlah 50 ekor domba, tahun 2009 berjumlah 100 ekor domba dan untuk tahun sekarang 375 ekor domba plus satu ekor sapi.
Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Kuningan yang di wakilkan kepada Camat Cibingbin , Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga  juga diwakilkan oleh Pengawas Pembina Drs. Urai Tatang Aryadi,M.M.pd, Ketua PGRI PD II Kabupaten Kuningan H.Opid Ropidi,M.Pd, Anggota DPRD dari Fraksi PKS Hj. Atik, Direktur Dompet Dhuafa harian Republika Kusnandar,SE., Unsur Muspika Kecamatan Cibingbin, Para Kepala Desa se-Kecamatan Cibingbin, para Kepala Sekolah Dasar, Komite Sekolah, tokoh masyarakat, juga para orang tua anak peserta sunatan massal. Para tokoh di atas sangat menyambut baik kegiatan yang dilakukan SMP Negeri 2 Cibingbin sebagai bentuk pengamalan perintah Alloh juga sebagai bukti kepedulian sosial bagi masyarakat sekitar yang kurang mampu yakni  berupa pembagian daging hewan kurban dan khitanan missal.
Dalam pidato sambutannya, Zaenal Asikin,S.Pd selaku Pjs Kepala SMP Negeri 2 Cibingbin  mengungkapan ” terima kasih yang sebanyak-banyak kepada pihak Dompet Dhuafa harian Republika yang telah bekerja sama dengan baik sehingga terlaksana kegiatan serupa untuk ketiga kalinya, hal ini merupakan penghargaan, kebanggaan dan amanah bagi kami sehingga dijadikan spirit untuk pelaksanaan kegiatan kedepan yang lebih baik lagi ” demikian dikatakan Zaenal Asikin,S.Pd. Lebih lanjut pula Zaenal Asikin,S.Pd meminta kepada Bupati Kuningan juga Instansi terkait untuk membantu mempasilitasi pengadaan instalasi listrik  di SMP Negeri 2 Cibingbin yang sampai saat ini masih menumpang dari Desa Ciangir sehingga proses pembelajaran khususnya pelajaran TIK mengalami hambatan karena Voltase yang tidak stabil.
Pada pidato balasan Kusnandar,SE selaku Direktur Dompet Dhuafa harian Republika juga mengatakan adalah benar SMP Negeri 2 Cibingbin merupakan Panitia pelaksana Tebar Hewan Kurban (THK) yang dinyatakan Terbaik secara Nasional .Ia menilai mulai dari pengajuan proposal, pelaksanaan kegiatan juga pelaporan dikerjakan dengan professional, juga pelaksanaan dari tahun ke tahun adanya inovasi-inovasi baru yang baik, Ia juga berharap pola kerja seperti SMP Negeri 2 Cibingbin ini dapat di contoh oleh mitra panitia di tempat lain sehingga menambah kepercayaan bagi dirinya untuk kerjasama pada tahun-tahun yang akan datang. Selanjutnya juga Kusnandar,SE menawarkan kerjasama di bidang lain yakni pemberian beasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu juga bidang Peternakan dengan wuduj Penggemukan kambing. “ Silahkan saja carikan tanah yang memadai untuk nanti saya beri modal untuk pengadaan kambing dan fasilitas lainnya”, demikian diungkapkan Kusnandar,SE.
Pada tahun ini saja khususnya di tiga kecamatan yakni Cibingbin, Cibeureum dan Cimahi telah tersalur dari Dompet Dhuafa harian Republika melalui kepanitiaan Tebar Hewan Kurban (THK) SMP Negeri 2 Cibingbin, hewan kurban sebanyak 375 ekor domba dan satu ekor sapi, dengan rincian SMPN 2 Cibingbin 140 ekor domba satu ekor sapi, SMPN 1 Cibingbin 75 ekor domba, SMP Satu Atap Cimulya Kecamatan Cimahi 25 ekor domba,Desa Randusari 30 ekor domba dan Desa Cibeubreum 45 ekor domba dan Sahabat Nurani 40 ekor domba.
Menurut Sobarudin,S.Ag sebagai Guru PAI di SMPN 2 Cibingbin yang juga sebagai Bendahara Panitia Tebar Hewan Kurban (THK) tahun 2010 sedikitnya ada 4 hikmah atau manfaat dari pelaksanaan ibadah kurban, diantaranya :
1.             Membuktikan ketaatan Tertinggi seorang hamba kepada  perintah Alloh SWT, sekalipun perintah itu tidak sesuai dengan akal/perasaan manusia normal pada umumnya, sebagaimana di contohkan oleh nabi Ibrahim AS yang hendak benar-benar melakukan penyembelihan terhadap anak tercintanya yakni Ismail AS.
2.               Membuktikan rasa syukur nikmat , dengan bukti berbagi pada sesama yakni berupa pembagian daging hewan kurban.
3.               Esensi dari perintah kurban adalah mendekatkan diri kepada Alloh.
4.               Mengandung makna Filosofis,yakni penyembelihan hewan kurban itu sebagai simbol bahwa manusia sejatinya membunuh/memotong/menyembelih sifat-sifat hewaniah yang ada pada dirinya berupa sifat Tamak,Egois,tak memperdulikan halal - haramnya sesuatu, Iri, Dengki  seta Hasud yang kesemuanya itu harus digantikan dengan sifat Qonaah, Tawadhu, Wa’ra, Empati, Berbagi dengan sesama dan lain-lain.













EMPAT KECERDASAN MANUSIA

EMPAT KECERDASAN MANUSIA
Oleh : Sobarudin,S.Ag.
Ketika Ilmu pengetahuan belum maju, kesuksesan seseorang hanya diprediksi  dari kecerdasannya (IQ), ternyata banyak terjadi orang ber IQ tinggi hanya menjadi orang biasa saja. Kemudian ditemukanlah pengertian Emosional Quotien (EQ). Tidak cukup juga, karena ternyata banyak kemajuan malahan membuat orang di kota-kota besar bingung dengan hidup mereka sendiri. Ini karena mereka mulai melupakan nilai spiritual atau agama. Maka didefinisikanlah Spiritual Quontient (SQ). Terakhir muncul istilah Adversity Quontient (AQ).  Secara sederhana, berikut penjelasan ke empatnya :
1.     Intelectual Quotient (IQ) atau Kecerdasan Intelektual
Adalah sebuah kecerdasan yang memberi kita kemampuan untuk berhitung, beranalogi, berimajinasi, dan memiliki daya kreasi serta inovasi. Ketika menghitung dengan IQ, maka akan ada 6 katagori manusia : Idiot, bodoh, biasa, pintar, sangat pintar dan jenius.
2.     Emotional Quotient (EQ) atau Kecerdasan Emosion
Adalah Kecerdasan atau kemampuan untuk memahami suatu kondisi perasaan seseorang, bisa terhadap diri sendiri maupun orang lain. Orang sering menyebutnya dengan feeling. Untuk lebih jelas, ketika teman sekelas mendapat nilai jelek. Apa yang kita lakukan ? jika nilai kita bagus, tetapi kita diam saja pertanda nilai EQ kita rendah. Tetapi ketika kita mencoba menghibur teman kita tersebut dan tetap memberinya semangat, berarti nilai EQ kita bagus atau tinggi. EQ dan komunikasi yang baik mampu memberi apresiasi ke dalam diri sendiri dan orang lain. EQ membantu menjadikan seseorang sukses dalam bersosial dan berkehidupan.
3.     Spiritual Quotient (SQ) atau Kecerdasan Spiritual
Adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau nilai untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. Banyak kasus kita dengar bahwa seseorang di PHK dari pekerjaannya bukan karena mereka tidak pintar, bukan karena tidak pintar mengendalikan sesuatu atau bukan ketidak mampuannya berkomunikasi  dll, tetapi karena tidak memiliki integritas, tidak jujur dan tidak bertanggung jawab. Kecerdasan ini pula yang oleh para pakar disebut sebagai penentu kesuksesan seseorang. Kecerdasan ini mampu menjawab tentang jati diri seseorang, Siapa saya ? Untuk apa saya diciptakan ?.

4.     Advercity Quotient (AQ) atau Kecerdasan Tantangan
Adalah kecerdasan untuk menghadapi pendakian yang akan dihadapkan pada berbagai hambatan, tantangan dan kesulitan. Orang yang memiliki nilai AQ tinggi maka tidak pernah takut dalam proses pendakiannya bahkan dia akan mampu untuk mengubah tantangan yang dihadapinya menjadi sebuah peluang.
Berikutnya berdasarkan AQ ini maka manusia dibagi menjadi 3 kelompok :
1.     Quitters, maksudnya orang yang langsung berhenti diawal pendakian. Mereka cenderung menjalankan yang lebih mudah,  mereka bekerja sekedar untuk hidup, semangat kerja yang minim, tidak berani mengambil resiko serta cenderung tidak kreatif. Biasanya tidak mempunyai visi yang jelas, berkomitmen rendah.
2.     Campers, maksudnya orang yang berhenti dan tinggal di tengah pendakian. Mendaki secukupnya lalu berhenti kemudian mengakhiri pendakian. Umumnya setelah mencapai tingkat tertentu dari pendakian, maka fokusnya berpaling untuk kemudian menikmati kenyamanan dari hasil pendakiannya. Banyak peluang atau kesempatan untuk maju menjadi lepas karena fokus sudah tidak lagi pada pendakiannya.
3.     Climbers, maksudnya orang yang sudah berhasil mencapai puncak pendakian. Mereka senantiasa fokus pada usaha pendakian tanpa menghiraukan apapun keadaan yang dialaminya. Selalu memikirkan berbagai macam kemungkinan dan tidak akan pernah terkendala oleh hambatan. Mundur sejenak adalah bagian dari proses alamiah, mereka senantiasa mempertimbangkan dan mengevaluasi hasil pendakiannya untuk kemudian bergerak maju lagi hingga puncak tercapai.
Demikian 4 kecerdasan yang sejatinya dimiliki oleh setiap orang untuk kemudian di optimalkan perannya demi kehidupan yang lebih baik, Semoga...