| ESENSI QURBAN DAN KESHALEHAN SOSIAL Oleh : Sobarudin,S.Ag. Belum luntur dari ingatan kita pelaksanaan sholat Idul Adha kita laksanakan belum lama ini, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan hewa qurban. Tak mengherankan bila momen ini sangat dinanti oleh sebagian dari masyarakat kita yang notabene memang benar tidak mampu, tetapi tidak sedikit pula orang mampu tetapi mengkondisikan diri seolah-olah tidak mampu demi memperoleh sedikit daging dari hewan qurban itu. Berkaitan dengan ini Allah telah berfirman dalam surat Al Kautsar ayat 1 sampai 3, “ Innaa a’thainaa kal kautsar, fashalli lirabbika wanhar, innasyaaniaka huwal abtar”, Artinya “ Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah, Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah orang yang terputus”. Ibadah qurban memiliki dua dimensi, satu dimensi merupakan ibadah mahdhah (vertikal) tetapi juga memiliki dimensi ghairu mahdhah (horizontal) yang cukup kental yakni sebagai wujud kepedulian sosial atau keshalehan sosial. Hal ini semakin memperkuat sinyalemen ajaran Islam tidak memulu berbicara hal ritual keagamaan juga berbicara dan kepedulian pada kehidupan sosial secara kongkrit dan obyektif. Pada praktik ibadah qurban atau lebih khusus kita sebut penyembelihan hewan qurban mengandung beberapa pelajaran penting bagi umat Islam khususnya di lembaga pendidikan, diantaranya : 1. Ajaran Demokratis Kita maklumi bersama bahwa nabi Ibrahim AS ketika mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya, beliau tidak serta merta ataupun langsung melaksanakan prosesi itu, tetapi beliau mengajak dialog Ismail terlebih dahulu, tentu saja dalam suasana kekeluargaan yang hangat. 2. Ketaatan Tertinggi Nabi Ibrahim kala itu sekalipun perintah menyembelih Ismail bertentangan dengan akal, pikiran dan perasaannya. Tetapi karena menyakini dan menyadari sepenuh hati bahwa itu perintah dari Yang Maha Kuasa yang memiliki segalanya, maka dengan segala keikhlasan beliau berdua sungguh-sungguh akan melaksanakan prosesi itu. Hal ini memberi pelajaran bagi kita bahwa untuk melaksanakan perintah Allah diperlukan sikap ketaatan tertinggi tanpa merasionalisasi terlebih dahulu, artinya tidak diperlukan alasan-alasan untuk menghambat,menghalangi ataupun menggagalkan suatu perintah tertentu dari Allah SWT. 3. Balasan baik dari setiap perintah Allah SWT Dari kisah pelaksanaan penyembelihan Ismail oleh nabi Ibrahim AS kala itu, Allah SWT mengganti Ismail dengan seekor domba untuk kemudian disembelih. Hal ini memberi gambaran bagi kita bahwa dibalik perintah Allah itu terdapat hikmah dan kemanfaatan, sekalipun manusia terkadang belum sampai menemukan hikmahnya, tetapi yakinlah Allah tidak menyia-nyiakan amalan hamba-Nya. 4. Ajaran berbagi dengan sesama Daging hewan qurban yang kita sembelih untuk kemudian dibagikan kepada yang berhak, hal ini memberi pesan moral bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri (mahluk sosial), untuk dapat hidup dengan sesame secara baik maka perlu adanya sifat empati khususnya dengan kaum yang kurang mampu/dhuafa, maka momen inilah digunakan untuk berbagi dengan sesama sebagai wujud kepedulian dan kesahlehan sosial. 5. Menyembelih sifat-sifat hewaniah Dimaklumi bersama bahwa hewan mempunyai sifat-sifat negatif diantaranya : Sombong, Tamak/rakus/serakah, Egois, Licik, Iri, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Maka pesan moral dari prosesi ibadah qurban diantaranya adalah manusia sejatinya menyembelih sifai-sifat hewaniah yang melekat pada dirinya untuk kemudian digantikan dengan sifat-sifat terpuji diantaranya : Rendah hati, Qana’ah, Berbagi dengan sesama, Syukur nikmat dan Wara (hati-hati) dalam segala hal. Demikian kiranya kita dapat mengambil pelajaran berharga dari prosesi ibadah qurban dan semoga dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata sebagai wujud kepedulian dan kesalehan social. Wallahu a’lam…… Penulis : 1. Sebagai Guru PAI SMPN2 Cibingbin-Kuningan 2. Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon |
Kamis, 26 Mei 2011
ESENSI QURBAN DAN KESALEHAN SOSIAL
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar